BEKASI, alexanews.id – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Bekasi Tahun 2026, Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terciptanya pesta demokrasi yang aman, damai, dan bermartabat.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondusivitas wilayah selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. JPDN menilai stabilitas keamanan menjadi faktor penting agar proses demokrasi di tingkat desa dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Dalam keterangannya, JPDN menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya sesuai hati nurani tanpa tekanan, intimidasi, maupun pengaruh dari pihak mana pun.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

JPDN mengingatkan agar warga lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades yang biasanya diwarnai berbagai dinamika politik di tingkat desa.

Organisasi kepemudaan tersebut juga meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), berita bohong atau hoaks, serta berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan antarwarga.

Menurut JPDN, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan sosial yang telah terjalin baik di tengah masyarakat.

JPDN juga menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades Kabupaten Bekasi Tahun 2026 secara profesional, netral, dan humanis. Organisasi ini siap bersinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Sinergi tersebut melibatkan pemerintah daerah, panitia penyelenggara Pilkades, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga yang memiliki kepedulian terhadap suksesnya pelaksanaan Pilkades.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Kabupaten Bekasi juga diminta untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan, tindakan provokatif, maupun pelanggaran hukum yang dapat mengganggu jalannya Pilkades.

Langkah cepat dalam melaporkan berbagai potensi gangguan dinilai penting agar situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Ketua Umum Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN), Yusuf, menyampaikan optimismenya bahwa Pilkades Kabupaten Bekasi Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik apabila seluruh pihak mampu menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan bersama.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan persaudaraan harus menjadi landasan utama dalam menyambut pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

“Mari kita wujudkan Pilkades Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang aman, damai, sejuk, dan bermartabat. Berbeda pilihan adalah hal yang wajar, namun persatuan dan persaudaraan harus tetap menjadi yang utama,” tegas Yusuf.

Ia berharap Pilkades Kabupaten Bekasi Tahun 2026 dapat melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang benar-benar dipilih berdasarkan aspirasi masyarakat serta mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi warga di wilayah masing-masing.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bekasi diharapkan berlangsung sukses, aman, dan menjadi contoh demokrasi yang sehat di tingkat desa. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.