PURWAKARTA, alexanews.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menghadirkan program unik untuk membantu calon pengantin dengan keterbatasan biaya. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menyiapkan fasilitas mobil gratis hingga bantuan uang bagi pasangan yang memilih menikah sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA).

Program ini muncul seiring tren pernikahan hemat yang kini semakin diminati, terutama di kalangan muda. Banyak pasangan memilih melangsungkan akad nikah di KUA tanpa menggelar resepsi besar demi menekan biaya.

Om Zein menyebut, fenomena tersebut merupakan perubahan positif dalam pola pikir masyarakat. Menurutnya, pernikahan tidak harus dirayakan secara mewah, selama tetap sah secara agama dan negara.

Ia menjelaskan, pasangan yang menikah di KUA tanpa hajatan tetap bisa mengumumkan momen bahagianya melalui media sosial. Cara ini dinilai cukup efektif sebagai bentuk pemberitahuan kepada keluarga dan kerabat.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Purwakarta menyediakan layanan antar jemput menggunakan mobil dinas. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk menjemput calon pengantin menuju lokasi akad nikah di KUA.

Menariknya, mobil yang disiapkan berasal dari berbagai instansi pemerintahan. Mulai dari kendaraan pejabat eselon II hingga fasilitas dari unsur Forkopimda, yang akan digunakan selama tidak dalam kondisi dipakai.

“Kalau mobil dinas sedang tidak digunakan, bisa dimanfaatkan untuk menjemput pengantin ke KUA. Ini gratis,” ujar Om Zein.

Tak hanya itu, pasangan pengantin juga akan mendapatkan bantuan uang sebagai stimulus. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk amplop setelah prosesi pernikahan selesai.

Meski tidak merinci nominalnya, Om Zein memastikan bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang ingin menikah tanpa beban biaya besar.

Ia berharap, program ini dapat mendorong lebih banyak pasangan untuk tidak ragu menikah meski dengan konsep sederhana. Menurutnya, yang terpenting adalah kesiapan membangun rumah tangga, bukan kemewahan acara.

“Yang penting nikah aman, keluarga juga aman. Tidak harus besar-besaran,” katanya.

Program ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain membantu secara ekonomi, kebijakan tersebut dinilai mampu mengedukasi publik bahwa pernikahan sederhana tetap memiliki nilai sakral yang sama. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.