BEKASI, alexanews.id – Kepedulian Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Bao Umbara, kembali terlihat dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Usai menghadiri prosesi pemakaman salah seorang warga, Bao Umbara tak langsung beristirahat. Ia bersama jajaran perangkat Desa Karangsari justru melanjutkan agenda kemanusiaan dengan menjenguk dua warga yang tengah sakit di Kampung Kalendroak, Gang Pos RT 01/02, Sabtu (25/4/2026).
Langkah cepat itu menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah desa tak hanya dibutuhkan saat suasana duka, tetapi juga ketika warga membutuhkan dukungan moril dan perhatian langsung.
Warga pertama yang dikunjungi adalah Dani (30), seorang pemuda yang sejak kecil hidup dengan kondisi polio. Penyakit tersebut membuat Dani hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dan membutuhkan pendampingan penuh dari keluarga.
Kedatangan Bao Umbara ke rumah Dani bukan sekadar kunjungan formal. Kehadirannya menjadi suntikan semangat bagi keluarga yang selama bertahun-tahun setia merawat Dani di tengah keterbatasan.
Di hadapan keluarga, Bao Umbara menyampaikan dukungan agar tetap tabah dan tidak kehilangan harapan dalam menjalani ikhtiar pengobatan.
Menurutnya, kesabaran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit merupakan bentuk kekuatan yang patut diapresiasi.
“Semoga lekas sembuh dan keluarga diberikan kesabaran ekstra dalam merawat anggota keluarga yang sedang sakit,” ujar Bao Umbara.
Usai menjenguk Dani, Bao Umbara melanjutkan kunjungan ke rumah warga lainnya, Kanta Robet. Sosok ini bukan orang asing bagi Bao Umbara, sebab Kanta merupakan sahabat masa sekolahnya.
Pertemuan itu pun terasa lebih hangat. Di tengah kondisinya yang sedang berjuang melawan penyakit gula, Kanta mendapat dukungan langsung dari sahabat lamanya yang kini menjabat sebagai kepala desa.
Bao Umbara tampak memberi semangat agar Kanta tetap kuat menjalani pengobatan dan menjaga semangat untuk pulih.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa relasi antara pemimpin dan warga di Desa Karangsari tidak dibatasi sekadar urusan administratif. Ada kedekatan emosional yang tetap terjaga, bahkan sejak masa sebelum menjabat.
Sikap cepat tanggap Bao Umbara ini pun mendapat sambutan hangat dari keluarga warga yang dijenguk.
Orang tua Dani mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepala desa beserta perangkatnya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi keluarga.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Lurah dan semua yang telah peduli menjenguk anak saya. Anak saya sakit sudah dari kecil, dan berbagai upaya pengobatan sebenarnya sudah kami lakukan,” ungkap orang tua Dani.
Bagi keluarga, perhatian seperti ini bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga menjadi dukungan moral yang memberi kekuatan untuk terus bertahan.
Aksi Bao Umbara juga mempertegas komitmen Pemerintah Desa Karangsari untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi.
Tak hanya saat warga mengalami musibah dan suasana duka, pemerintah desa juga berupaya memastikan warga yang sedang sakit tetap mendapat perhatian dan dukungan.
Langkah sederhana namun penuh makna ini menjadi contoh bahwa pelayanan publik tak selalu diwujudkan lewat program besar. Kepedulian, empati, dan kehadiran langsung di tengah warga justru menjadi bentuk pelayanan paling nyata yang dirasakan masyarakat.
Di Desa Karangsari, kepedulian seperti itulah yang terus dijaga. Tanpa jeda, tanpa jarak, dan tanpa menunggu seremoni. (Wnd)










