BEKASI, alexanews.id – Kepala Desa Karangsari, Bao Umbara, menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat dengan turun langsung memperbaiki jalan lingkungan yang longsor di wilayah RT 001 RW 007, Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Minggu (3/5/2026).
Tak sekadar memberi instruksi, Bao Umbara ikut terlibat langsung bersama warga dan perangkat desa dalam proses gotong royong memperbaiki akses jalan yang ambrol. Jalur tersebut merupakan penghubung vital menuju Jembatan arah Kampung Tobor yang selama ini menjadi akses utama warga untuk beraktivitas.
Kerusakan jalan sepanjang 22 meter itu sebelumnya sempat mengalami longsor. Namun kondisi tanah yang labil membuat bagian jalan kembali ambrol dan mengancam keselamatan warga yang melintas, terutama anak-anak sekolah dan petani yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Yang menarik, perbaikan jalan itu tidak menunggu pencairan anggaran pemerintah desa maupun bantuan dari instansi terkait. Bao Umbara memilih bergerak cepat dengan menggunakan dana pribadi demi memastikan akses warga tetap aman dan bisa digunakan kembali.
Langkah tersebut pun mendapat perhatian warga. Di tengah kondisi infrastruktur desa yang kerap membutuhkan penanganan cepat, keputusan Kepala Desa Karangsari itu dinilai sebagai bentuk kepedulian yang nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan metode pengarungan tanah untuk memperkuat struktur badan jalan yang rawan longsor. Cara ini dipilih sebagai langkah darurat agar jalan tidak kembali ambles saat dilalui warga.
Jalan lingkungan yang diperbaiki memiliki lebar sekitar 1,2 meter dengan panjang total mencapai 171 meter. Meski yang mengalami kerusakan parah berada di titik sepanjang 22 meter, kondisi tersebut cukup vital karena menjadi titik penghubung utama aktivitas warga di Kampung Kalenderwak.
Bao Umbara menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil karena akses jalan tersebut menyangkut kebutuhan penting masyarakat sehari-hari. Menurutnya, infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan tidak bisa dibiarkan rusak terlalu lama karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.
“Perbaikan ini kami lakukan agar masyarakat bisa kembali mengakses jalan dengan aman, baik untuk anak-anak ke arah sekolah maupun warga yang hendak pergi ke ladang,” ujar Bao Umbara di sela kegiatan gotong royong, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, akses jalan tersebut memiliki fungsi strategis bagi mobilitas warga. Selain menjadi jalur penghubung antarkampung, jalan itu juga menjadi akses utama bagi warga yang membawa hasil pertanian maupun kebutuhan harian.
Jika kerusakan dibiarkan, aktivitas masyarakat dikhawatirkan terganggu. Anak-anak bisa kesulitan menuju sekolah, sementara warga yang bekerja di sektor pertanian berpotensi terhambat saat menuju kebun dan ladang.
Karena itu, ia memilih bergerak cepat bersama masyarakat tanpa menunggu proses birokrasi yang memerlukan waktu lebih panjang. Baginya, keselamatan dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas utama.
Aksi gotong royong yang dipimpin langsung Kepala Desa Karangsari itu pun menjadi bukti bahwa penanganan persoalan infrastruktur tak selalu harus menunggu anggaran turun. Dalam kondisi mendesak, kepedulian pemimpin dan kekompakan warga menjadi kunci utama.
Warga Kampung Kalenderwak menyambut baik langkah sigap tersebut. Mereka mengaku terbantu dengan perbaikan cepat yang dilakukan, terlebih akses jalan itu menjadi jalur penting untuk menunjang aktivitas harian masyarakat.
Sikap Bao Umbara yang rela merogoh kocek pribadi demi memperbaiki jalan lingkungan juga mendapat apresiasi dari warga. Mereka menilai tindakan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah persoalan masyarakat.
Dengan diperbaikinya akses jalan ini, warga berharap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat di Kampung Kalenderwak kembali berjalan normal tanpa terganggu persoalan infrastruktur.
Perbaikan jalan longsor di Kampung Kalenderwak ini menjadi gambaran bahwa pembangunan desa bukan hanya soal anggaran, tetapi juga soal kepekaan dan keberpihakan pemimpin terhadap kebutuhan warganya.
Di saat sebagian persoalan infrastruktur kerap menunggu proses panjang, langkah cepat Kepala Desa Karangsari menjadi contoh sederhana bahwa kepedulian nyata bisa dimulai dari tindakan langsung. (Wnd)










