PURWAKARTA, alexanews.id – Video Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin alias Abang Ijo yang menyinggung adanya oknum membawa nama Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi kini ramai dikaitkan dengan polemik dugaan kerugian Rp35 miliar.

Sebelumnya, pengacara Abang Ijo bernama Hendra Supriatna sempat menyebut kliennya mengalami kerugian hingga Rp35 miliar.

Pernyataan itu sempat menjadi perhatian publik karena disebut berkaitan dengan persoalan uang yang tidak kecil dan adanya pihak-pihak yang diduga mencatut nama tokoh penting di Jawa Barat.

Kini, setelah muncul video terbaru Abang Ijo di TikTok, banyak netizen mulai menghubungkan dua peristiwa tersebut.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Abang Ijo menuliskan:

“Lapor ke Pak Gubernur, ada orang yang mengatasnamakan Pak Gubernur demi kepentingan pribadinya. Dan Pak Gubernur jawab itu bukan perintah saya.”

Tak lama kemudian, ia kembali mengunggah pernyataan lain.

“Jangan sampe nama baik bapak aing tercoreng oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi sampe mencatut nama bapak aing demi kepentingan pribadinya.”

Unggahan itu langsung memunculkan spekulasi publik.

Banyak yang menduga pernyataan Abang Ijo berkaitan dengan kasus yang sebelumnya diungkap kuasa hukumnya soal dugaan kerugian mencapai Rp35 miliar oleh seorang pejabat tinggi berinisial S.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi apakah kedua persoalan tersebut memang saling berkaitan atau tidak.

Abang Ijo juga belum menyebut nama orang yang dimaksud dalam video viral tersebut.

Begitu pula pengacara Hendra Supriatna yang sebelumnya bicara soal kerugian miliaran rupiah, belum memberikan keterangan tambahan terkait video terbaru kliennya.

Karena belum ada penjelasan detail, publik saat ini masih berspekulasi mengenai hubungan antara video sindiran Abang Ijo dengan polemik dugaan kerugian Rp35 miliar itu.

Sebagian netizen menilai video tersebut seperti memberi kode adanya pihak tertentu yang menggunakan kedekatan dengan pejabat untuk kepentingan pribadi.

Namun ada juga yang meminta masyarakat tidak buru-buru menyimpulkan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Sementara itu, kalimat “itu bukan perintah saya” yang disebut berasal dari Dedi Mulyadi ikut menjadi sorotan.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai penegasan bahwa Gubernur Jawa Barat tidak ingin namanya dipakai oleh pihak tertentu di luar kebijakan resmi pemerintah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi tambahan dari Abang Ijo maupun pihak pengacaranya mengenai apakah video tersebut benar berkaitan dengan dugaan kerugian Rp35 miliar atau tidak. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.