SERANG, alexanews.id – Polda Banten terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satunya melalui dialog publik bertajuk “Banten Insight” yang digelar di Studio TVRI Banten pada Minggu (8/3/2026).
Dalam dialog tersebut, Kabidhumas Polda Banten Maruli Ahiles Hutapea hadir sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo. Diskusi yang mengangkat tema Arus Mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H itu dipandu oleh presenter TVRI Banten Risma Devi.
Dalam pemaparannya, Maruli menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 bertujuan memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
“Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Maruli.
Ia menyebutkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 hingga 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 sampai 28 Maret 2026.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Banten mengerahkan total 3.972 personel. Jumlah tersebut terdiri dari 2.178 personel Polda Banten, 73 personel BKO Mabes Polri, serta 1.721 personel dari berbagai instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, PMI hingga relawan.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan di sejumlah pelabuhan utama penyeberangan menuju Sumatera, seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, serta Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Maruli menambahkan, personel Direktorat Polisi Perairan juga akan melakukan patroli di kapal untuk mengantisipasi tindak kriminal sekaligus siap melakukan evakuasi jika terjadi keadaan darurat di laut.
Selain pengamanan jalur mudik, Polda Banten juga mendirikan sejumlah pos pelayanan dan pengamanan di titik strategis.
“Kami mendirikan 39 Pos Pengamanan, 6 Pos Pelayanan, 2 Pos Terpadu, serta 2 Posko SAR yang ditempatkan di titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan kawasan wisata,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maruli juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan mudik.
Selain itu, kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis di kantor Polda, Polres, maupun Polsek bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik.
“Masyarakat cukup menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan. Kami akan memberikan tanda terima sebagai bukti penitipan,” kata Maruli.
Ia berharap berbagai langkah pengamanan yang telah disiapkan dapat menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (Endi)










