PURWAKARTA, alexanews.id – Rencana keberangkatan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Purwakarta ke Yogyakarta pada Kamis (16/4/2026) malam menjadi sorotan publik. Perjalanan dinas tersebut dijadwalkan menggunakan Kereta Api Mutiara Selatan dari Stasiun Bandung pada pukul 20.00 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan pejabat yang akan berangkat terdiri dari sejumlah pimpinan perangkat daerah. Di antaranya Sekretaris Daerah, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan, hingga pejabat dari bagian hukum Setda.

Selain itu, turut masuk dalam daftar keberangkatan yakni Kepala DKUPP, perwakilan BKAD, Kepala Dinas Kominfo, Inspektorat, staf ahli bupati, serta Kepala Dinas Perhubungan. Sejumlah pejabat lain juga dikabarkan ikut serta, meski belum seluruhnya berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.

Tak hanya menggunakan kereta api, sebagian pejabat disebut memilih perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi menuju Yogyakarta. Hal ini menambah panjang daftar rombongan yang akan bertolak dalam agenda tersebut.

Di sisi lain, rencana perjalanan ini memicu reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan urgensi keberangkatan tersebut, terutama di tengah gencarnya isu efisiensi anggaran yang belakangan digaungkan pemerintah.

“Kalau memang sedang efisiensi, seharusnya perjalanan seperti ini bisa ditunda atau dikaji ulang,” ujar Victor Edison, SH, Aktivis Anti Korupsi dari Gerakan Taruna Indonesia.

Kritik serupa juga mengemuka di kalangan masyarakat yang menilai perjalanan dinas di tengah kondisi penghematan justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Transparansi dan kejelasan tujuan kegiatan pun dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta terkait maksud dan tujuan perjalanan tersebut, termasuk rincian agenda yang akan dijalankan di Yogyakarta.

Namun infonya, acara ini berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sejumlah pejabat belum berhasil dikonfirmasi sepertinya sedang sibuk siap-siap otewe Yogyakarta.

Sementara itu, berdasarkan informasi internal yang beredar, keberangkatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, dengan kepulangan direncanakan pada Sabtu (18/4/2026). Namun, jadwal kepulangan disebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Situasi ini pun menjadi perhatian, terutama di tengah tuntutan publik akan pengelolaan anggaran yang lebih bijak dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.