SERGAI, alexanews.id – Fenomena banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Senin (20/4/2026). Meski air laut pasang menggenangi permukiman warga dan sejumlah ruas jalan, kondisi yang terjadi kali ini masih tergolong aman.
Genangan air terlihat di beberapa titik, khususnya di Dusun I dan Dusun II. Sejumlah akses jalan lingkungan juga ikut tergenang akibat naiknya permukaan air laut yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kendati demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal seperti biasa. Tidak adanya gelombang tinggi menjadi faktor utama yang membuat banjir rob kali ini tidak berdampak signifikan terhadap kehidupan warga.
Kepala Desa Bagan Kuala, Safril, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan kejadian rutin yang kerap dialami masyarakat pesisir.
“Pasang rob yang terjadi saat ini masih dalam kategori aman dan memang sudah menjadi fenomena biasa bagi warga di wilayah pesisir,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pantai Merdeka Bagan Kuala.
Ia menambahkan, kondisi tahun ini jauh lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat disertai gelombang tinggi dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang jauh lebih ringan karena tidak ada gelombang tinggi. Namun begitu, masyarakat tetap harus waspada,” katanya.
Menurut Safril, pasang air laut umumnya terjadi pada sore hari dan telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Meski demikian, air akan kembali surut dalam waktu relatif cepat mengikuti siklus alami pasang surut laut, terutama menjelang malam hari.
“Air pasang biasanya terjadi sore hari dan akan surut kembali pada malam hari, jadi masyarakat tidak perlu panik karena ini merupakan siklus alam,” jelasnya.
Di sisi lain, fenomena banjir rob ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Kawasan Pantai Merdeka yang dikenal dengan sebutan “Kampung Kito” tetap aman dan masih dibuka untuk umum.
Wisatawan tetap dapat menikmati suasana pantai dengan nyaman tanpa gangguan berarti, mengingat tidak adanya gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan.
Meski situasi masih terkendali, Pemerintah Desa Bagan Kuala tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta untuk terus memantau kondisi pasang surut air laut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak yang lebih besar.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan kondisi air laut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Safril. (Sutrisno)










