KARAWANG, alexanews.id – Nurnida Alya Dharmawan yang dikenal sebagai nyonya bos Dharmawan Group dikabarkan akan maju dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, pada November 2026.
Informasi tersebut beredar di kalangan masyarakat dan mulai menjadi perbincangan. Nama Nurnida Alya muncul sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki peluang dalam kontestasi Pilkades mendatang.
Nurnida Alya merupakan istri dari pengusaha Ferry Darmawan atau yang dikenal dengan julukan “Jambul Merah”. Selain itu, ia juga memiliki latar belakang keluarga politik, sebagai bagian dari keluarga besar Deddy Indrasetiawan, anggota DPRD Kabupaten Karawang.
Dengan latar belakang tersebut, Nurnida Alya dinilai memiliki kombinasi dukungan dari sisi ekonomi dan jaringan politik.
Dalam rencana pencalonannya, Nurnida Alya disebut membawa visi untuk mendorong pembangunan Desa Bengle agar lebih maju dan mandiri. Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana desa secara transparan dan tepat sasaran.
Menurutnya, dana desa yang cukup besar harus dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, ia juga menaruh perhatian pada pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pertanian sebagai potensi utama desa.
Nurnida Alya juga disebut ingin mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, termasuk pemberdayaan perempuan dan generasi muda.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur desa seperti jalan lingkungan dan fasilitas umum menjadi salah satu fokus yang akan diperhatikan.
Pilkades Bengle yang akan digelar pada November 2026 diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Sejumlah nama mulai bermunculan, termasuk Nurnida Alya yang kini menjadi sorotan.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait pencalonan tersebut, sejumlah pihak menilai kehadiran Nurnida Alya akan memberikan warna baru dalam kontestasi Pilkades Bengle.
Jika resmi maju, ia diharapkan dapat membawa perubahan dan mendorong pembangunan desa yang lebih merata.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayahnya akan digelar pada November 2026. Ia menegaskan tidak akan ada penundaan meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Aep menyebutkan, terdapat sekitar 67 desa di Karawang yang masa jabatan kepala desanya akan berakhir pada tahun ini. Karena itu, Pilkades harus tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
“Tidak ada Pilkades diundur atau ditunda. Selama kita mampu dan siap, harus dilaksanakan,” kata Aep. (Ega Nugraha)










