BEKASI, alexanews.id – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat Muspika Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Ngopi Kamtibmas 3 Pilar” yang digelar bersama warga dan tokoh masyarakat Madura di selasar Masjid Darus Saadah, Kampung Babakan Cau, Desa Kedungwaringin, Sabtu malam (25/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi ruang dialog terbuka antara unsur Muspika dengan masyarakat. Sekitar 50 warga hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk tokoh masyarakat dari komunitas Madura yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut ekonomi lokal di wilayah Kedungwaringin.

Melalui forum santai ini, unsur Muspika ingin memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas tetap terjaga, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung dari akar rumput.

Kapolsek Kedungwaringin, AKP Muhamad Trisno, SH, MM, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman dan membangun kedekatan dengan warga.

Dalam sambutannya, ia menyoroti dua persoalan utama yang saat ini menjadi perhatian serius jajaran Polda Metro Jaya, yakni peredaran obat-obatan terlarang dan aksi tawuran yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas wilayah.

“Kami meminta bantuan bapak-bapak sekalian untuk menginformasikan jika ada peredaran obat-obatan terlarang dan aksi tawuran. Kami tidak akan segan menindak tegas,” ujar AKP Muhamad Trisno, Sabtu malam (25/4/2026).

Ia menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan warga untuk melapor atau meminta bantuan kepolisian secara cepat saat menghadapi situasi darurat.

Senada dengan Kapolsek, Camat Kedungwaringin, Drs. Maman Badruzaman, MM, yang akrab disapa MBZ, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga citra wilayah Kedungwaringin sebagai kawasan strategis jalur nasional.

Menurutnya, Kedungwaringin bukan sekadar wilayah perlintasan biasa. Kecamatan ini kerap dilintasi pejabat negara sehingga kebersihan, ketertiban, dan keamanan wilayah harus terus dijaga bersama.

“Segera diresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di depan kantor kecamatan. Kami harap pelaku usaha, khususnya saudara-saudara kita dari Madura, dapat memanfaatkan koperasi ini untuk mengembangkan usahanya,” jelas MBZ.

Pernyataan tersebut disambut positif warga, terutama pelaku usaha dari komunitas Madura yang selama ini banyak bergerak di sektor perdagangan dan jasa. Kehadiran koperasi tersebut dinilai dapat menjadi peluang baru untuk memperkuat ekonomi masyarakat kecil.

Selain soal keamanan dan ekonomi, Camat juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi kependudukan bagi seluruh warga, termasuk pendatang. Ia juga menyoroti pentingnya perizinan bagi pengelola limbah agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa merusak lingkungan.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungwaringin, Hj. Tita Komala, S.Pd.I, turut memperkenalkan petugas Poldes baru bernama Bapak Kure yang akan bertugas di tingkat dusun.

Ia berharap kehadiran aparatur baru tersebut dapat mempercepat penanganan persoalan masyarakat di tingkat bawah, terutama saat Desa Kedungwaringin tengah memasuki tahapan pendaftaran calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Kami berharap dengan hadirnya petugas baru di tingkat dusun, berbagai persoalan warga bisa lebih cepat ditangani dan pelayanan masyarakat semakin maksimal,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Ketua Paguyuban Warga Madura, H. Imam, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan komunikasi yang selama ini terjalin baik antara warga Madura dengan unsur Muspika Kecamatan Kedungwaringin.

Ia menilai forum seperti Ngopi Kamtibmas menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan sosial, membangun rasa aman, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dengan aparat.

“Kami berterima kasih karena selama ini komunikasi berjalan baik. Kami senantiasa memohon arahan agar warga Madura yang mencari nafkah di sini selalu merasa aman dan bisa terus bersinergi dengan aparat setempat,” ungkap H. Imam.

Suasana diskusi yang berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 22.00 WIB itu berjalan santai namun sarat makna. Warga terlihat antusias menyampaikan masukan, keluhan, hingga harapan terkait keamanan lingkungan, ekonomi, dan pelayanan pemerintahan.

Melalui kegiatan rutin seperti ini, Muspika Kedungwaringin berharap hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat terus terjaga. Pendekatan humanis melalui ruang dialog santai dinilai efektif memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga stabilitas wilayah.

Terlebih menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci penting agar situasi kamtibmas di wilayah Kedungwaringin tetap aman, tertib, dan kondusif. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.