KARAWANG, alexanews.id – Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN Cemarajaya II, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang tahun 2025 menjadi sorotan setelah total dana yang diterima sekolah mencapai Rp180.180.000 dalam dua tahap pencairan.

Berdasarkan data penggunaan Dana BOS tahun 2025, sekolah dengan jumlah 198 siswa itu menerima pencairan pertama pada 22 Januari 2025 sebesar Rp90.090.000. Sementara pencairan tahap kedua kembali digelontorkan pada 8 Agustus 2025 dengan nilai yang sama, yakni Rp90.090.000.

Namun, dari rincian penggunaan anggaran, pos pembayaran honor dan administrasi kegiatan sekolah menjadi yang paling besar menyedot dana BOS.

Pada pencairan Januari 2025, pembayaran honor tercatat mencapai Rp25.400.000. Angka itu menjadi pengeluaran tertinggi dibanding pos lainnya.

Tak hanya itu, administrasi kegiatan sekolah juga menghabiskan Rp18.108.200. Sementara kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran menelan anggaran Rp15.282.900.

Jika ditotal, hanya tiga pos tersebut sudah menghabiskan lebih dari Rp58 juta dari total dana BOS tahap pertama.

Sementara untuk pengembangan perpustakaan hanya dialokasikan Rp4.920.000 dan pemeliharaan sarana prasarana sekolah Rp4.417.900.

Pengadaan alat multimedia pembelajaran bahkan hanya sebesar Rp2.250.000.

Masuk pencairan tahap kedua Agustus 2025, pola penggunaan anggaran kembali berubah. Pos administrasi sekolah justru melonjak menjadi Rp20.134.800.

Sedangkan pembayaran honor masih tinggi di angka Rp16.650.000.

Di sisi lain, anggaran pengembangan perpustakaan meningkat tajam menjadi Rp14.573.000 atau hampir tiga kali lipat dibanding tahap pertama.

Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler juga naik menjadi Rp12.410.800.

Namun menariknya, pada tahap kedua tidak ada anggaran untuk penyediaan alat multimedia pembelajaran alias nol rupiah.

Total dana untuk administrasi sekolah dari dua tahap pencairan mencapai Rp38.243.000.

Sedangkan pembayaran honor guru dan tenaga pendidikan secara keseluruhan mencapai Rp42.050.000.

Jika digabung, dua pos tersebut menyerap lebih dari Rp80 juta dana BOS selama tahun 2025.

Besarnya alokasi untuk honor dan administrasi dibanding penguatan fasilitas belajar kini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan dana BOS di sekolah tersebut.

Apalagi jumlah siswa penerima tercatat hanya 198 siswa.

Sementara sejumlah pos lain seperti penerimaan peserta didik baru, multimedia pembelajaran hingga pemeliharaan sekolah justru relatif kecil.

Data ini merujuk pada rincian penggunaan Dana BOS tahun 2025 yang tercatat dalam sistem pelaporan anggaran pendidikan.

Meski demikian, dalam keterangan data disebutkan apabila terdapat perbedaan antara data di JAGA dan walidata, maka acuan resmi tetap menggunakan data walidata pemerintah. (Ahmad Saleh)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.