SERGAI, alexanews.id – Jambore Daerah Sumatera Utara (Jamdasu) XI Tahun 2026 resmi ditutup di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Minggu 12 Juli 2026. Kegiatan akbar Gerakan Pramuka yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut berlangsung meriah dan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Kwarda Sumut), Dr H Dikky Anugerah Panjaitan SSos MSP, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan kontingen sebanyak 1.039 peserta untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2026 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Agustus mendatang.
Menurut Dikky, Kwarda Sumut berharap Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Sumatera Utara (Kamabidasu) dapat melepas secara langsung keberangkatan kontingen menuju kegiatan nasional tersebut.
“Kontingen Kwarda Sumut siap mengirimkan 1.039 peserta untuk mengikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur. Kami berharap pelepasan dapat dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara selaku Kamabidasu,” ujarnya saat acara penutupan.
Jamdasu XI 2026 tercatat diikuti sebanyak 5.575 peserta dan partisipan. Mereka berasal dari 32 Kwartir Cabang kabupaten dan kota di Sumatera Utara, termasuk pimpinan kontingen, pembina pendamping, staf kontingen, serta unsur pelaksana lainnya.
Dalam laporannya, Dikky menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Jambore daerah ini menjadi bagian dari program kerja Kwarda Sumut tahun 2026 dalam memperkuat pendidikan kepramukaan sebagai salah satu bentuk pendidikan nonformal bagi generasi muda.
Mengusung tema “Transformasi Digital dan Pembentukan Karakter”, Jamdasu XI bertujuan membentuk Pramuka Penggalang yang berkarakter kuat, berjiwa Pancasila, kreatif, mandiri, peduli sosial, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menjadi teladan dan pembawa solusi di tengah masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan Jamdasu XI adalah penerapan digitalisasi secara menyeluruh. Seluruh proses administrasi kontingen dilakukan melalui aplikasi Digijamdasu yang terintegrasi, sehingga mempermudah pengelolaan data peserta dan kegiatan.
Kwarda Sumut juga mengusung slogan “Jamdasu Beda” sebagai simbol hadirnya inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan. Tidak hanya mengadopsi teknologi informasi, kegiatan ini juga digelar tanpa membebankan biaya camp fee kepada peserta.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi karena membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh Pramuka Penggalang di Sumatera Utara untuk berpartisipasi tanpa terkendala biaya.
Selama pelaksanaan jambore, peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan pengembangan karakter. Kegiatan tersebut meliputi pembinaan keagamaan dan spiritual, keterampilan hidup, wawasan kebangsaan, teknologi dan literasi digital, permainan tradisional, kegiatan luar ruang, edukasi kebencanaan, hingga malam api unggun persaudaraan.
Selain menjadi ajang pembinaan dan silaturahmi, Jamdasu XI juga menjadi tahapan penting dalam persiapan menuju Jambore Nasional 2026 yang akan mempertemukan ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang hadir sekaligus menutup kegiatan memberikan apresiasi kepada Kwarda Sumut atas berbagai inovasi yang dilakukan dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Menurut Bobby, Gerakan Pramuka harus terus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi organisasi.
Ia menilai kegiatan seperti Jamdasu menjadi bukti bahwa Pramuka masih memiliki peran penting dalam membina generasi muda Indonesia.
“Jambore merupakan ruang belajar bersama yang mengajarkan kepemimpinan, kerja sama, toleransi, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar Bobby.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan kepramukaan sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang kini dihadapi generasi muda. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, perundungan, tawuran, judi online, hingga dampak negatif penggunaan media sosial.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan berbagai penghargaan kepada peserta dan kontingen berprestasi. Penghargaan diberikan kepada kontingen terbaik, petugas upacara terbaik, serta para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama jambore.
Salah satu penghargaan yang menarik perhatian adalah kemenangan Kwartir Cabang Deliserdang pada kompetisi e-sport Mobile Legends yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Jamdasu XI.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, Bobby Nasution turut terlibat langsung dalam berbagai agenda. Ia mengikuti pertandingan e-sport bersama peserta, menghadiri malam api unggun, mengikuti kegiatan majelis pembimbing, olahraga bersama, penanaman pohon, hingga prosesi penutupan.
Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut mendapat sambutan hangat dari para Pramuka Penggalang yang antusias berinteraksi dan bertemu langsung dengan gubernur.
Dengan berakhirnya Jamdasu XI 2026, Kwarda Sumut kini fokus mempersiapkan keberangkatan 1.039 peserta menuju Jambore Nasional 2026 di Cibubur. Harapannya, kontingen Sumatera Utara mampu tampil maksimal sekaligus membawa semangat transformasi digital dan pembentukan karakter yang telah ditanamkan selama kegiatan jambore daerah. (Sutrisno)










