KARAWANG, alexanews.id – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program yang menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menciptakan kawasan perkotaan yang bersih, indah, dan nyaman itu dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan serta ruang publik bagi warga.
Meski demikian, sejumlah warga menilai kondisi di sekitar lokasi pembangunan masih membutuhkan penataan yang lebih serius. Aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang sisi kawasan RTH disebut menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian.
Berdasarkan pantauan warga, sejumlah lapak pedagang sayur-mayur hingga pedagang kebutuhan harian memanfaatkan bahu jalan untuk berjualan. Kondisi tersebut membuat ruang lalu lintas kendaraan menyempit dan kerap memicu kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam tertentu.
Bahkan, sebagian warga menilai kawasan tersebut kini lebih menyerupai pasar tradisional karena tingginya aktivitas perdagangan yang berlangsung di sekitar area pembangunan RTH.
Selain persoalan kemacetan, warga juga mengeluhkan kondisi lingkungan di sekitar Jalan Berdikari yang berada di samping kawasan RTH. Aroma kurang sedap yang berasal dari aktivitas perdagangan ikan basah dan komoditas lainnya disebut cukup mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya pada pagi hari saat aktivitas jual beli sedang berlangsung.
Seorang warga Warudoyong berinisial R mengaku sering mengalami kesulitan ketika melintasi jalur tersebut. Menurutnya, keberadaan pedagang yang menggunakan sebagian badan jalan membuat kendaraan sulit bergerak dengan lancar.
“Kalau saya hendak bepergian lewat jalur tersebut sangat susah, karena banyak pedagang yang menjajakan dagangannya hingga menutup jalan dan berdampak pada kemacetan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya yang berharap kawasan RTH dapat ditata secara menyeluruh sehingga tujuan pembangunan ruang publik yang nyaman benar-benar dapat terwujud.
Sementara itu, aktivis Karawang Utara, Sarta, meminta Pemerintah Kabupaten Karawang segera mengambil langkah konkret untuk menata para pedagang yang beraktivitas di sekitar area pembangunan Ruang Terbuka Hijau tersebut.
Menurutnya, penataan pedagang menjadi bagian penting agar keberadaan RTH tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik semata, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan kawasan yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi warga sekaligus mempercantik wajah Kota Rengasdengklok.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera merapikan dan menata para pedagang kaki lima di sekitar area pembangunan Ruang Terbuka Hijau. Pembangunan ini menghabiskan anggaran yang cukup besar, sehingga kawasan RTH sebaiknya ditata dengan baik agar memberikan manfaat dan menciptakan wajah Kota Rengasdengklok yang lebih rapi, bersih, indah, dan nyaman,” kata Sarta.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kawasan publik tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari bagaimana lingkungan di sekitarnya dapat dikelola dengan baik sehingga mendukung kenyamanan masyarakat yang memanfaatkannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karawang maupun instansi terkait mengenai rencana penataan pedagang kaki lima yang beraktivitas di sekitar kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengasdengklok.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan langkah penataan agar keberadaan RTH dapat menjadi ruang publik yang representatif, sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas dan kebersihan lingkungan di kawasan tersebut. (Asbel)










