PURWAKARTA, alexanews.id – Alih-alih tampil kompak, kepemimpinan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, justru menuai sorotan publik. Program mobil gratis untuk calon pengantin yang seharusnya menjadi inovasi pelayanan, kini dinilai seperti “adu panggung” antara bupati dan wakil bupati.

Faktanya, program ini pertama kali digulirkan oleh Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin. Melalui inisiatif pribadinya, Abang Ijo menawarkan kendaraan pengantin gratis lengkap dengan sopir dan tim pendamping. Program ini bahkan dibuka langsung melalui media sosial dan kediamannya, dengan tujuan membantu masyarakat menekan biaya pernikahan.

Namun berselang waktu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, tak mau kalah. Ia meluncurkan kebijakan serupa. Ia menyediakan fasilitas mobil dinas gratis bagi pasangan yang menikah sederhana di KUA, ditambah bantuan uang sebagai stimulus.

Tak hanya itu, Binzein juga akan menggratiskan mobil kepala dinas bahkan Dandim hingga Kapolres untuk dipakai warganya menikah ke KUA secara sederhana tanpa hajatan.

Alih-alih dipadukan menjadi program bersama, dua kebijakan ini justru berjalan sendiri-sendiri. Publik pun mulai membaca adanya “dua komando” dalam satu pemerintahan.

Situasi makin menarik ketika belum lama ini kritik datang dari Wakil Ketua DPW PSI Jawa Barat sekaligus influencer, Ronald A Sinaga alias Bro Ron. Ia menyoroti kebijakan Bupati Binzein yang dinilai memperketat izin hajatan warga—berbanding terbalik dengan semangat mempermudah masyarakat.

Yang menjadi ironi, kritik tersebut datang dari lingkaran partai yang sama dengan Wakil Bupati. Diketahui, Abang Ijo Hapidin juga menjabat sebagai Ketua PSI Jawa Barat.

Tokoh muda sekaligus pengamat kebijakan publik, Ferry Alexa atau Jambul Merah (JM), menilai fenomena ini bukan sekadar perbedaan gaya kepemimpinan.

“Sepertinya di Purwakarta terjadi PSI vs Gerindra,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.

Ia bahkan menduga ada dinamika politik yang lebih dalam, termasuk kemungkinan retaknya koalisi di tingkat atas.

“Apakah Broron sebagai pertanda pecah kongsinya PSI dan Gerindra di pusat?” lanjutnya.

JM juga melontarkan dugaan yang cukup tajam.

“Sepertinya Bang Ijo pakai tangan Broron ‘gebukin’ Binzein,” katanya.

Menurutnya, kecil kemungkinan isu lokal bisa langsung menjadi sorotan tokoh nasional tanpa adanya “umpan”.

“Darimana Bro Ron bisa tahu isu Purwakarta? Sepertinya ada umpan lambung dari Purwakarta yang langsung di-service keras dari Jakarta,” pungkasnya.

Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah program ini benar-benar murni pelayanan publik, atau sudah bergeser menjadi ajang pembuktian politik?

Di saat warga membutuhkan kebijakan yang solid dan terintegrasi, yang tampak justru dua arah kebijakan dari satu kepemimpinan. Sebuah potret yang tak hanya mengundang tanda tanya, tapi juga menyisakan kekhawatiran. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.