CIREBON, alexanews.id – Rekayasa lalu lintas berupa penutupan total Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, dalam rangka Hari Jadi Kota Cirebon dan kegiatan Job Fair UKM, menuai keluhan dari sejumlah pengguna jalan.
Penutupan jalan utama tersebut membuat arus kendaraan dialihkan ke sejumlah ruas alternatif di sekitar lokasi kegiatan. Namun, kebijakan ini dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Sejumlah pengguna jalan mengaku terdampak langsung, terutama mereka yang bergantung pada kelancaran akses untuk bekerja dan menjalankan aktivitas harian.
Salah satu pengguna jalan, Andi, mengatakan bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih memperhatikan dampak kebijakan terhadap masyarakat luas.
Menurutnya, perayaan hari jadi kota memang penting, namun tidak boleh sampai mengorbankan mobilitas warga.
“Pada dasarnya kami mendukung kegiatan Hari Jadi Kota Cirebon. Tapi penutupan total jalan seperti ini cukup menyulitkan, apalagi bagi yang punya urusan kerja dan aktivitas harian,” ujar Andi, Selasa (23/6).
Ia menambahkan, dampak paling terasa dialami oleh pekerja lapangan seperti kurir, pengemudi ojek online, hingga pekerja harian lainnya yang bergantung pada kelancaran akses jalan.
Selain itu, pengalihan arus yang dinilai kurang maksimal dan minimnya informasi jalur alternatif membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dari biasanya.
Masyarakat berharap ke depan Pemerintah Kota Cirebon dapat menyiapkan rekayasa lalu lintas yang lebih terencana dan matang, sehingga kegiatan seremonial tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga. (Kirno)










