KARAWANG, alexanews.id – Seorang warga Kabupaten Karawang bernama Tarman alias Bule dilaporkan mengalami luka-luka setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang saat perjalanan pulang dari sebuah acara hajatan di Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Sabtu (25/7/2026).
Peristiwa tersebut disebut terjadi setelah korban menghadiri resepsi pernikahan yang digelar di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, sebelum insiden terjadi sempat muncul perselisihan paham di area hiburan organ tunggal yang menjadi bagian dari rangkaian acara hajatan.
Hajatan itu diketahui berlangsung di kediaman keluarga Asep Carum atau yang dikenal dengan sapaan Calatuk. Saat itu sejumlah tamu tengah menyaksikan hiburan musik ketika terjadi ketegangan di antara beberapa pengunjung.
Meski situasi sempat mereda, insiden diduga kembali terjadi ketika Tarman alias Bule memutuskan pulang bersama beberapa rekannya. Dalam perjalanan di Jalan Junti, Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, korban disebut mengalami pengejaran yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan.
Menurut informasi yang dihimpun, korban diduga dikeroyok oleh lebih dari sepuluh orang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti kondisi terkini korban maupun penanganan medis yang telah diterimanya.
Salah seorang saksi bernama Kamal membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
“Benar, kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Tarman alias Bule diduga dikeroyok oleh beberapa orang,” ujar Kamal kepada awak media.
Dalam keterangannya, Kamal juga menyebut beberapa nama yang menurut pengakuannya berada di sekitar lokasi kejadian. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan saksi dan belum memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan.
Karena itu, seluruh nama yang muncul dalam keterangan saksi tersebut belum dapat disimpulkan memiliki keterlibatan dalam peristiwa yang sedang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
Kasus ini pun memicu perhatian warga sekitar. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan maupun perkembangan penanganan kasus yang diduga terjadi di wilayah Kecamatan Kutawaluya tersebut.
Media juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari berbagai pihak yang disebut dalam informasi awal guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan fakta yang nantinya terungkap dalam proses penyelidikan. (Asbel)










