KARAWANG, alexanews.id – Aliansi mahasiswa dan warga dari Kabupaten Karawang berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026).

Aksi tersebut akan dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan Karawang bersama warga Dusun Babakanbogor, Kecamatan Cikampek, yang mengaku terdampak keberadaan area penyangga atau buffer zone di sekitar fasilitas penyimpanan bahan bakar.

Perwakilan AMPPERA Karawang, Kelvin Hudqof Akbar, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terhadap belum terealisasinya pembayaran ganti rugi lahan yang sebelumnya dijanjikan.

Menurutnya, warga telah menunggu kepastian sejak komitmen pembayaran yang disebut akan dilakukan pada Oktober 2025.

“Kami datang ke Jakarta bukan untuk mendengarkan janji baru. Kami ingin kepastian atas hak warga yang sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Kelvin dalam keterangan yang disampaikan kepada media.

Kelvin menilai proses penyelesaian persoalan tersebut berlarut-larut karena adanya birokrasi yang dianggap tidak jelas antara pihak daerah dan pusat.

Sementara itu, perwakilan warga Babakanbogor Anim Setiawan mengatakan masyarakat sudah cukup lama hidup di kawasan yang dinilai memiliki potensi risiko tinggi.

Ia menegaskan bahwa warga berharap adanya kepastian terkait realisasi ganti rugi lahan serta kejelasan mengenai program buffer zone di wilayah tersebut.

“Kami hanya ingin kepastian. Warga sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian,” ujar Anim.

Dalam rencana aksi tersebut, massa gabungan mahasiswa dan warga akan berkumpul mulai pukul 09.00 WIB di depan Kantor Pusat Pertamina yang berlokasi di Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Adapun tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi itu di antaranya adalah realisasi pembayaran ganti untung bagi warga terdampak serta transparansi terkait anggaran proyek buffer zone yang berkaitan dengan program strategis nasional.

Pihak penyelenggara juga mengundang sejumlah jurnalis untuk meliput kegiatan aksi tersebut sebagai bagian dari upaya menyampaikan aspirasi warga kepada publik. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.