KARAWANG, alexanews.id – Warga Blok L Perum Pesona Kalangsuria mengeluhkan unit gardu bergerak milik PLN yang hingga kini belum juga diganti setelah mengalami ledakan hampir dua bulan lalu. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat karena lokasi gardu berada di area permukiman padat dan dekat dengan aktivitas anak-anak.

Warga menilai keberadaan gardu yang rusak itu masih berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan sekitar. Mereka khawatir masih terdapat aliran listrik maupun risiko korsleting yang sewaktu-waktu bisa mengancam warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi.

Kekhawatiran itu disampaikan langsung oleh salah seorang warga, Mamah Nurul. Ia mengaku merasa waswas karena area sekitar gardu sering dijadikan tempat bermain sekaligus lokasi anak-anak berkumpul sepulang mengaji.

“Kalau sore hari kan anak-anak mengaji di sekitar lokasi dan mereka pada main di sana. Saya khawatir ada arus listriknya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 7 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi gardu yang belum juga diperbaiki membuat para orang tua di lingkungan tersebut terus dihantui rasa cemas. Apalagi, anak-anak dinilai belum memahami sepenuhnya bahaya instalasi kelistrikan.

Hal senada disampaikan Yaya Risbaya selaku pengurus lingkungan setempat. Ia mengatakan keberadaan gardu bergerak yang rusak tersebut sangat membahayakan keselamatan warga sekitar.

Ia mengungkapkan, warga sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di dekat gardu. Namun, karena lokasinya berada di area terbuka, anak-anak masih sering mendekati lokasi tersebut.

“Ya namanya juga anak-anak, meskipun sudah diingatkan tapi tetap saja bermain dekat gardu tersebut,” katanya.

Yaya berharap pihak PLN segera mengambil langkah cepat dengan melakukan penggantian maupun perbaikan gardu agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Menurut warga, selain membahayakan keselamatan, kondisi gardu yang dibiarkan terlalu lama juga menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan perumahan. Mereka khawatir jika terjadi hujan deras atau gangguan teknis lain yang dapat memicu korsleting listrik.

Warga meminta adanya tindakan nyata dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus-menerus dihantui rasa takut, terutama saat anak-anak bermain di sekitar lokasi gardu.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Rengasdengklok belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun rencana penanganan gardu bergerak tersebut. (King/Yaris)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.