BEKASI, alexanews.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video CCTV yang memperlihatkan seorang pria berambut pirang mengamuk di sebuah konter pulsa dan handphone di wilayah Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Dalam rekaman yang viral di Instagram dan Facebook tersebut, aksi pria yang dijuluki warganet sebagai “Bang Jago Pirang” itu langsung menjadi sorotan karena diduga dipicu hal sepele, yakni tidak terima merasa dilirik oleh penjaga konter.

Dalam video CCTV, pria tersebut terlihat datang ke konter seperti biasa, namun suasana berubah tegang ketika ia mulai menunjukkan emosi. Ia kemudian meluapkan amarah dengan berteriak dan memarahi penjaga konter.

Situasi sempat memanas ketika penjaga konter keluar untuk menanggapi. Beberapa warga dan pedagang sekitar yang melihat kejadian itu berusaha melerai. Namun, ketegangan tetap terjadi hingga sempat ada aksi saling meludah, meski tidak sampai terjadi baku hantam fisik.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Senin (21 April 2026) atau Rabu (22 April 2026) malam, tergantung informasi yang beredar di media sosial.

Video tersebut kemudian menyebar cepat dan memancing banyak reaksi warganet. Sebagian besar menyoroti tindakan pria tersebut yang dianggap berlebihan hanya karena persoalan sepele.

“Entah apa yang merasuki, cuma karena ditatap langsung ngamuk gitu,” tulis salah satu komentar netizen yang ikut ramai diperbincangkan.

Fenomena “bang jago” kembali menjadi sorotan publik, terutama ketika aksi emosional di ruang publik terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kedungwaringin AKP Muhammad Trisno mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan masalah secara damai di Mapolsek.

“Sudah om, keinginan pemilik tokonya, sudah musyawarah mereka di komando kita,” ujar AKP Muhammad Trisno saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Kedungwaringin Aiptu Asep Saeful menjelaskan bahwa proses mediasi dilakukan di Polsek dengan melibatkan pihak terkait dan perangkat desa.

Ia menyebut kedua pihak telah dipertemukan dan diberikan ruang untuk menjelaskan kronologi kejadian. Dari hasil mediasi tersebut, pelaku yang disebut berambut pirang mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

“Kejadian malam Rabu jam 22.30 WIB, kemudian semua pihak dimediasi di Polsek. Pelaku mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada karyawan konter serta warga yang sempat dimarahi,” jelasnya.

Kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai dengan syarat pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan dibuatkan surat pernyataan resmi.

Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Insiden ini menambah daftar kasus viral “bang jago” di Bekasi yang terekam CCTV dan menyebar luas di media sosial. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.